Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tata Cara Berwudhu ( Kitab Bidayatul Hidayah ) IMAM AL GHOZALI ra



BERKATA KH. Ustadz Yahya Al Mutamakkin Penterjemah dan Penjelasan Kitab Bidayatul Hidayah

“ Saya pernah mendengar guru besar saya di kota Madinah berkata “ Barang siapa ingin mendekat kepada Allah SWT dengan Amal Ibadah, maka hendaknya ia membaca dan mengamalkan kandungan Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghozali ra.

Sebelum membaca dan memahami isi kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Ghozali mari kita bertawasul / hadiah kepada beliau

Ila Hadroti Imam Ghozali Alfatihah …….


   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

 PASAL 3

Tata Cara Berwudhu

Jika engkau selesai dari beristinjak dan hendak shalat, maka engkau wajib berwudhu. Jangan lupa bersiwak dengan menggunakan kayu siwak atau kayu yang lainnya, boleh juga dengan kain kasar dan sebagainya, karena sesungguhnya bersiwak adalah mensucikan mulut, disenangi oleh Allah SWT dan dibenci setan. Rasulullah SAW bersabda :

قال النبي صلى الله عليه وسلم: {رَكْعَتَانِ بِسِوَاكٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِينَ رَكْعَةً بِغَيْرِ سِوَاكٍ}.

Nabi saw. bersabda, “Dua rakaat dengan bersiwak lebih baik dari pada tujuh puluh rakaat dengan tanpa bersiwak.” 

Ketika berwudhu hendaknya engkau duduk dalam keadaan menghadap kea rah kiblat dan di atas tempat yang tinggi agar engkau tidak terkena percikan air. Bacalah Do aini saat memulainya :

Robbi a'udzubika min hamazatis syayathin wa a'udzubika robbi an yahdurun” yang artinya “Ya Rabb-ku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan dan aku berlindung kepadaMu jika mereka mendatangiku.”

Basuhlah kedua tanganmu tiga kali sebelum memasukannya ke dalam bak air dan bacalah Doa Ini :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ اليُمْنَ وَالبَرَكَةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشُّؤْمِ وَالهَلَكَةِ

Allâhumma innî as’alukal yumna wal barakah wa a‘ûdzubika minas syu’mi wal halakah Artinya, “Hai Tuhanku, aku memohon untung dan berkah kepada-Mu. Aku pun berlindung kepada-Mu dari sial dan binasa,”

NIAT

Kemudian berniatlah menghilangkan hadas atau berniat untuk dapat diperbolehkan shalat (Niat dilaksanakan bersamaan dengan membasuh wajah) dan hendaknya niat itu berlangsung serta tidak hilang hingga engkau membasuh wajahmu. Ambilah secukup air untuk berkumur dan keraskanlah Ketika berkumur dengan memutar-mutar air sampai ke tenggorokan kecuali jika engkau dalam keadaan berpuasa di bulan Ramadhan, maka jangan engkaul lakukan hal demikian itu. Berdoalah :

Allâhumma a‘innî ‘alâ tilawati kitâbika wa katsrati adz-dzikri laka, wa tsabbitnî bi al-qawli ats-tsâbit fî al-hayâti ad-dunyâ wa fî al-âkhirah.

Ya Allah, tolonglah aku untuk membaca kitab suci-Mu dan memperbanyak zikir kepada-Mu. Kukuhkanlah imanku dengan perkataan yang kukuh dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Kemudian ambilah secakup air untuk hidungmu. Hiruplah air itu lalu semburkanlah sampai tuntas dengan di ulangi tiga kali. Bacalah Do aini Ketika menghirup.

“Allahumma arihnii Rooihatal jannati wa anta ‘annii Roodii”

Artinya : Ya Allah, hembuskanlah kepadaku aroma surga dalam keadaan Engkau Ridho padauk.:

Dan Ketika menyemburkannya bacalah Do ini :

“Allahumma innii a’udzubika min rowaaihinnaari wasuuiddaari”.

Artinya : “Yaa Allah, sungguh aku berlindung kepadaMu dari bau neraka dan tempat yang buruk di akhirat”.

MEMBASUH WAJAH

Kemudian ambillah air untuk membasuh wajahmu. Batasannya yaitu dari mulai garis rambut jidat bagian atas sampai ujung dagu secara ke atas dan dari mulai telinga ke telingan yang lain secara menyamping. Basuhlkanlah air sampai ke rambut pilingan, yaitu bagian yang seorang Wanita biasa menyibaknya, tepatnya adalah bagian yang di antara telinga bagian atas dan pelataran pilingan yang ada di samping jidat. Begitu juga engkau harus menyiramkan air ke kulit tempat tumbuhnya rambut yang berjumlah empat. Yaitu dua alis, kumis, rambut mata dan dua cambang. Wajib pula menyampaikan air ke kulit tempat tumbuhnya rambut yang tipis seperti jenggot yang tipis, akan tetapi jika jenggotnya tebal, maka hukum membasuhnya (bagian dalamnya) hanya sunah saja. Jangan lupa Baca Doa Ini :

Allâhumma bayyidh wajhî yawma tabyadhdhu wujûhu awliyâika, wa lâ tusawwid wajhî bi zhulumâtika yawma taswaddu wujûhu a‘dâ’ika.

Ya Allah, putihkanlah (cerahkanlah) wajahku pada hari ketika wajah hamba-hamba terdekat-Mu berseri-seri, dan jangan Engkau hitamkan wajahku akibat kezalimanku kepada-Mu pada hari ketika wajah musuh-musuh-Mu hitam kelam.

Jangan engkau tinggalkan sunnah menyela – nyelai rambut jenggot yang tebal dengan jari tangan.

MEMBASUH TANGAN

Kemudian wajib bagimu membasuh tangan kananmu lali tangan kirimu beserta kedua sikunya, jika mampu tambahkanlah sampai pada pertenganhan lengan atas, karena cahaya hiasan di surga kelak akan menjalar di bagian anggota yang terkena air wudhu.

Ketika membasuh tangan kanan, membaca doa :

Allâhumma a‘thinî kitâbî bi yamînî wa hâsibnî hisâban yasîran.

Ya Allah, berilah buku catatan amalku melalui tangan kananku, dan hitunglah amalku dengan perhitungan yang mudah.

Ketika membasuh tangan kiri, boleh kita baca doa ini:

Allâhumma innî a‘dzu bika an tu‘thiyanî kitâbî bi syimâlî aw min warâ’i zhahrî

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pemberian buku catatan amalku melalui tangan kiriku atau dari belakangku.

MENGUSAP KEPALA

Kemudian usaplah kepalamu secara merata dengan kedua tanganmu yang telah engkau basahi dengan air. Caranya yang paling utama ialah dengan menempelkan ujung jari-jari tangan kiri, lalu letakanlah pada kepala bagian depan dan jalankanlah kea rah belakang sampai tengkuk dan sekitarnya, kemudian engkau kembalikan ke bagian depan lagi. Lakukan cara ini tiga kali sebagaimana disunahkan mengulangi tiga kali pada anggota wudhu yang lainnya.

Saat mengusap kepala, kita boleh membaca doa ini:

Allâhumma ghasysyinî bi rahmatik, wa anzil ‘alayya min barakâtik, wa azhillanî tahta zhilli ‘arsyik yawma lâ zhilla illâ zhilluk. Allâhumma harrim sya‘rî wa basyrî alâ an-nâr.

Ya Allah, penuhilah aku dengan rahmat-Mu, turunkanlah kepada-Ku keberkahan-Mu, lindungilah aku di bawah perlindungan arasy-Mu pada hari tidak ada perlindungan lain kecuali perlindungan-Mu. Ya Allah, haramkanlah rambutku dan kulitku dari api neraka.

MENGUSAP TELINGA

Kemudian ambillah air dan usaplah kedua telingamu. Bagian luar dan bagian dalam. Caranya adalah dengan memasukan kedua jari telunjukmu kedalam kedua lubang telinga dan meletakan kedua ibu jarimudi bagian luarnya, lalu diputar semuanya dan diratakan.

Bacalah Do aini :

للَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ


Allohummaj'Alni minalladzina yastami'unal Qoula fayattabi'una ahsanahu
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengar ucapan yang baik dan mengikuti sesuatu yang terbaik."

 Kemudian usaplah lehermu dengan air sambal membaca :

“Allahumma fukka roqobatii minan naari wa a'uudzu bika minas salaasili wal aghlaal.”

“Ya Allah, pisahkanlah leherku dari neraka dan aku berlindung pada-Mu dari rantai-rantai dan belenggu-belenggu”

MEMBASUH KAKI

Kemudian basuhlah kedua kakimu beserta kedua mata kakinya. Dahulukan yang kanan lalu yang kiri dan tinggikan basuhan air sampai tengah-tengah betis. Sela-selailah jari-jari kaki dengan menggunakan jari lentik tangan kirimu dimulai dari jari lentik kaki kanan hingga jari-jari kaki kiri dengan cara memasukannya dari bawah telapak kaki. Jangan lupa bacalah Do ini :

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ الْأَقْدَامُ فِيْ النَّارِ

Allâhumma tsabbit qadamayya ‘alas shirâti yauma tazillul aqdâmu fin nâri

Artinya, “Hai Tuhanku, tetapkan kedua kakiku di atas shirat pada hari banyak kaki manusia terpeleset di api neraka,”

 

Ketika membasuh kaki kiri, kita boleh membaca doa ini:

Allâhumma tsabbit qadamî ‘alâ ash-shirâthi yawma tazillu al-aqdâm fî an-nâr

Ya Allah, teguhkanlah kakiku ketika meniti shirath pada saat banyak kaki manusia tergelincir masuk neraka.

Jagalah sunah pengulangan tiga kali di semua Gerakan saat berwudhu. Setelah engkau selesai berwudhu maka arahkanlah pandanganmu ke langit dan bacalah Doa ini :

Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j'alnii minat tawwabiina, waj'alnii minal mutathahiriina waj'alnii min 'ibaadikash shalihiina.

Artinya : "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusan-Nya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang saleh."

Barangsiapa membaca Doa-doa tersebut seusai berwudhu maka akan di hapus kesalahan dari sekujur tubuhnya. Pahala wudhunya akan di stempel lalu di angkat dan diletakkan di bawah Arsy, untuk bertasbih selama-lamanya dan dia akan menerima pahalanya hingga hari kiamat.

 

 

 



Posting Komentar untuk "Tata Cara Berwudhu ( Kitab Bidayatul Hidayah ) IMAM AL GHOZALI ra"