Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SETIAP NABI ITU WALI NAMUN TIDAK SETIAP WALI DISEBUT NABI

 


"SETIAP NABI ITU WALI NAMUN TIDAK SETIAP WALI DISEBUT NABI"


        Memang begitu kok. Mereka itu hamba-hamba yang bertaqwa, 

 "Wabtaghu ilaihil wasiilah"  merekalah yang memiliki jalan untuk menuju Alloh Swt. Siapa saja yang menghendaki keberuntungan (kabagjaan - tuflihuun) maka wajib kita fisabiilihi (berjalan dijalan yang lurus dan tepat)


       Sebelum saya bicara lebih jauh perlu kiranya kita memahami ilmu Alloh yang dalam dan luas hanya percikan tetesannya yang kita miliki begitupun pewaris mereka para Nabi dan para Wali yang mampu menghidupkan yang mati. Adapun Ilmu Alloh yang diberikan kepada para Nabi dinamakan Mu'jizat. Yang diberikan kepada para Wali itu dinamakan Karomah, jadi antara Mu'jizat dan Karomah itu sangat berkaitan juga hanya diberikan kepada orang-orang yang terpilih, tidak sembarangan yang memiliki ilmu Karomah atuh khank.


      Lain dengan Sihir dan Istijrat sama itu juga ilmunya Alloh tetapi diberikan kepada orang-orang yang gelap dan diluar Ridlo-Nya terkadang dianggap oleh sebagian orang ilmu Karomah karena dilihat keanehannya padahal bukan aneh hanya yang melihatnya belum memahaminya secara benar.  

    Untuk membedakan ilmu-ilmu diatas harus kita melihat dari wadah dan tujuannya. Misalnya ilmu Alloh yang diberikan kepada orang kafir disebut Sihir, ilmu Alloh yang diberikan kepada orang Islam tetapi tidak melakukan Syari'at Nabi Saw. itu dinamakan Istijrat. 


      Saya pernah mengalaminya disaat bejiarah ke makam-makam para Wali sering melihat dan  merasakan sesuatu kejadian yang aneh.

Tapi gak usah dibicarakan takutnya diduga takabur, untuk meyakinkan saja saya pernah mengunjungi makam Syeikh Tolhah Guru Agung tqn salah seorang muridnya Syeikh Ahmad Khotib dari Kota Sambas Kalimantan. Sebelumnya saya berjiarah dahulu ke Syeikh Abdulloh Mubarok (Abah sepuh) dan memohon pamit dan berkah dari guru kita semua (pangersa Abah Anom). Saya berangkat dari Bandung bertujuh, pak Haji semua hanya saya pedagang taraje.

      Singkat kata, terlihat tamu yang memenuhi madrasah menunggu kehadiran pangersa Abah, kami bertujuh setelah sholat ikut duduk menjelang lima menit kemudia, pangersa Abah keluar diatas kursi roda yang didorong oleh pak Agus (almarhum).

      Beliau menundukan kepalanya kesebelah dada kiri, dan awal berucap : "ANU RUSUH HEULA TI BANDUNG BADE KA CIREBON"


      Kami bertujuh tak berani menatap wajah pangersa, semua menunduk malu alias isin. Karena tidak ada yang menjawab saya memberanikan maju karena cuma kami yang akan berlanjut perjalanan menuju Cirebon. Kami berpamit dan dibekali Do'a Aamiin........


      Singkat waktu kami sampailah dimakam Syeikh Tolhah waktu Magrib. Kami langsung sholat di musola belakang yang jaraknya tidak jauh beres Dzikrulloh lalu ngopi dulu diluar musola ada warung kopi. Setelah sholat Isya kami naik menuju makam Syeikh Tolhah untuk Khotaman dan dilanjut tawasyul.


     Saya mengimami duduk paling depan paling dekat makam pada saat Dzikrulloh saya merasakan duduk bergoyang bagaikan di atas perahu "Subhanallah"

     Beres tawasyul saya gak bercerita yang dialami takutnya diduga takabur, diem aja hanya hati yang berbisik "Alloh".

     Tetapi pengalaman itu bukan hanya saya yang merasakan tetapi semuanya merasakan diawali ucapan pak H. Ateng berkata, lalu semuanya mengaku.

    Itulah Karomah guru Agung Syeikh Tolhah dan guru kita Syeikh Ahmad Sohibulwafa Tajul'arifin. Untuk kita semua Al-Faatihah......

Posting Komentar untuk "SETIAP NABI ITU WALI NAMUN TIDAK SETIAP WALI DISEBUT NABI"