TENTANG RAHASIA DIRI"
Assalamu'alaikum.. Wr.. Wb..
Bismillah..
"TENTANG RAHASIA DIRI"
Ilmu Dzohir dan Ilmu Batin di bagi kepada golongan umum dan golongan khusus menurut kadar-nya. Dari ini terbagi ia kepada 4 bab yaitu :
1). DZOHIR SYARIAT-tentang perintah dan larangan serta hukum
2). BATIN SYARIAT-yang disebut Ilmu Batin dan Tariqat.
3). ILMU BATIN-yang disebut ILMU MA'RIFAT.
4). ILMU HAKIKAT (Ketuhanan)
Manusia diharuskan menguasai ke empat bab tadi, seperti mana sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud:
"Syariat bagaikan pohon,
Tariqat bagaikan cabang;
Ma'rifat bagaikan daun dan Hakikat bagaikan buah"
-Nafsu menggoda di daerah SYARIAT dengan membuat perlawanan-perlawanan. Sedangkan di daerah Tariqat, Nafsu menggoda dengan mendorong dan menyetujui-nya tetapi di dalam-nya terkandung tipuan seperti pengakuan menjadi nabi, wali dan sebagai-nya.
-Sedangkan di daerah MA'RIFAT nafsu menggoda dengan syirik Khafi (penyekutuan yang samar) yang bangsa cahaya seperti pengakuan menjadi tuhan. Allah berfirman:
"Engkau mengetahui orang-orang yang menjadi Tuhan sebagai hawa nafsunya"
(Al-Furqan:43)
-Di daerah HAKIKAT pula Syaitan, Nafsu dan Malaikat tidak dapat memasuki-nya sebab bila berada di situ ia akan hangus, kecuali ALLAH.
Jibril a.s. berkata :
"Kalau aku memasukkan ujung jariku ke alam ini maka hanguskah aku."
Manusia yang telah mencapai alam ini bererti dia selamat dari dua seteru; dan jadilah dia manusia yang ikhlas".
Sesuatu yang tidak mencapai hakikat, maka dia tidak akan mencapai ikhlas karena sifat-sifat "Basyariyyah Ghairiyyah" (sifat manusia selain Tuhan) tidak akan hancur, kecuali dengan 'TAJALLI ZAT'.
Sifat bodoh hanya akan hilang dengan MA'RIFAT ZAT. Allah akan memberi ilmu orang yang sampai ke derajat ini tanpa perantaraan. Manusia akan mengenal ALLAH karena diperkenalkan oleh ALLAH dan beribadat kepada ALLAH dengan pendidikan ALLAH, seperti Nabi Khidir a.s. Di alam ini dia akan menyaksikan Ruh-Ruh Qudsiyah dan mengetahui Nabi-nya (Muhammad SAW) secara hakiki.
Maka akan berbicaralah dari akhir-nya hingga permulaan-nya.
Seluruh Nabi menyampaikan kabar gembira atas keberhasilan si hamba karena sampai kepada ALLAH yang kekal.
Firman ALLAH:
"Dan mereka itulah teman sebaik-baiknya"
(An-Nisa:69)
Amaliyah bagi RUH JASMANI adalah menggunakan ILMU DZOHIR. Pahala-nya hanya syurga. Maka di sana akan jelaslah kebaikan dari sifat (orang yang beribadah akan masuk syurga; sebalik-nya orang yang tidak beribadah akan masuk neraka).
Sedangkan untuk masuk ke "HARAMIL QUDSIYAH" dan dekat dengan ALLAH tidak cukup bila hanya menggunakan ILMU DZOHIR saja. Untuk ke sana harus dengan Ilmu Terbang; dan terbang itu harus menggunakan dua sayap. Bila satu, maka perjalanan akan pincang. Maka dengan kesepaduan ILMU DZOHIR dan BATIN
barulah sampai seorang hamba ke ALAM QUDSI.
Allah berfirman di dalam Hadis Qudsi:
"Hai hambaku, bila engkau ingin masuk ke Haramilku (Haramil Qudsiyah), maka engkau jangan tergoda oleh Mulki, Malakut, Jabarut karena alam Mulki adalah syaitan bagi orang Alim, Alam Malakut adalah syaitan bagi orang Arif dan Alam Jabarut adalah syaitan bagi orang yang akan masuk ke Alam Qudsiyah".
Wajib bagi semua manusia mengetahui ukuran diri-nya dan jangan mengaku sesuatu yang bukan hak-nya.
Imam Ali r.a berkata:
"Allah menyayangi orang-orang yang mengetahui kadar diri-nya dan tidak melewati batas perjalanan-nya; menjaga lisan-nya dan tidak mensia-siakan umur-nya". Seorang Alim harus mampu mencapai makna hakikat manusia yang disebut Tiflul Ma'ani (Bayi Ma'nawi).
Setelah itu harus mendidik-nya dengan tetap melakukan Asma Tauhid dan keluar dari alam Jasmani ke alam Ruhani, yaitu alam As-Sirri yang di sana tidak sesuatu pun selain Allah. Sir itu seperti lapangan dari cahaya, tidak ada ujung-nya.
Inilah Maqam Al-Muwahidin.
Wassalam.

Posting Komentar untuk "TENTANG RAHASIA DIRI""