Kita beribadah semata-mata mencari keridhoan Allah Swt
Kita beribadah semata-mata mencari keridhoan Allah Swt.
اِلٰهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِى وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ اَعْطِنِيْ مَحَبَّتَكَ وَمَعْرِفَتَكَ
Karena itu kita mesti ikuti Al-qur’an dan sunnahnya. Dalam surat Al-Imron ayat 133 :
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
Kata kuncinya adalah bertaqwa. Allah jelaskan dalam ayat selanjutnya:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Kunci pada ayat terakhir adalah berbuat kebajikan.
Pangersa Abah Sepuh telah memberikan panduan dalam kata-kata mutiaranya : “kudu asih ka jalma nu mikangewa ka maneh”. Tentunya dalam segala hal, tingkah dan perilaku.
Untuk perbaikan diri kearah kebajikan itu maka diperlukan seorang guru Mursyid pembimbing yang menunjukkan arah kemana kita harus menuju dan bagaimana cara kita menuju. Melalui pintu bai'at talqin dzikir itulah, baik bai't diterima langsung dari guru mursyid atau melalui wakil talqinnya sebagai penerus ajarannya, sepanjang diamalkan kalawan enya-enya, mudah²an kebajikan kita bisa sampai pada tujuan seperti ditekankan pada kalimat :
الهى انت مقصود ......
Mari kita berkhidmat, kuatkan itikad untuk mencari keridlaan Allah SWT, semoga Allah membuka hati kita mahabah kepadaNya, tiada lain belajar mengikuti apa yang diamalkan guru Mursyid, tanpa menambah atau menguranginya, belajar menjalankan cara dan mencari ma'rifat

Posting Komentar untuk "Kita beribadah semata-mata mencari keridhoan Allah Swt"