MENIKAH HIDUP AKAN BERKAH DAN IBADAH PALING LAMA
Baarakallaahu laka, wabaaraka ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khoiiri.
Selamat menempuh ibadah terpanjang ya! Semoga cepat mendapat momongan, Aamiin.
Banyak di kalangan anak muda yang mendefinisikan nikah sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Biasanya kalimat di atas menjadi bumbu-bumbu ucapan selamat kepada teman, rekan kerja, ataupun saudara yang sedang melangsungkan akad nikahnya. Kalimat tersebut sering kita jumpai pula di berbagai postingan di medsos seseorang setelah sebelumnya menghadiri acara pernikahan orang lain. Seakan-akan semuanya menjadi setuju dan mentradisikan hal tersebut sebagai tren budaya anak zaman now. Pertanyaannya adalah apakah benar kalau menikah itu merupakan ibadah terpanjang selama hidup?
Perihal Menikah
Menurut istilah bahasa, nikah (munakahat) berarti “gabungan atau kumpulan”. Sedangkan menurut istilah syara’, nikah berarti “suatu akad (transaksi) yang intinya mengandung penghalalan wathi’ (persetubuhan) dengan memakai kata nikah atau kawin” (Moch. Anwar et al., 2016). Tujuan dari menikah sendiri adalah untuk melaksanakan sunnah Nabi Saw., dan memelihara agama seseorang (yakni untuk memperbanyak pengikut Nabi Saw agar memperoleh keturunan yang saleh-salehah dan menjadi tameng bagi dirinya dari perbuatan zina).
Pada prinsipnya, hukum asal dari nikah adalah sunnah bagi seseorang yang memerlukan diri untuk penyaluran biologis, sekalipun orang yang bersangkutan tersebut sibuk dengan urusan ibadahnya. Selain itu, dia pun harus mampu mengadakan segala sesuatu yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya, seperti adanya maskawin, tercukupinya sandang yang mengikuti perubahan cuaca, serta mampu untuk menafkahi kehidupannya sehari-hari.
Allah SWT Berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ ﴿٥٧﴾ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Adz-Dazariyat/51 : 56-58)
Dalam hukum islam ibadah sendiri ditemukan memalui pemahaman-pemahaman yakni
1. Dalam ajaran Islam, manusia itu diciptakan untuk menghamba kepada Allah, atau dengan kata lain beribadah kepada Allah (Adz-Dzaariyaat 51:56)
2. Manusia yang menjalani hidup beribadah kepada Allah itu tiada lain manusia yang berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Yaasiin 36:61)
3. Sedangkan manusia yang berpegang teguh kepada apa yang diwahyukan Allah, maka ia berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Az Zukhruf 43:43).
Banyak ibadah yang dapat dilakukan oleh umat islam yakni ibadah yang mencakup seluruh tingkah laku seorang mukmin jika diniatkan qurbah (mendekatkan diri kepada Allah) atau apa-apa yang membantu qurbah. Bahkan adat kebiasaan (yang mubah) pun bernilai ibadah jika diniatkan sebagai ketaatan kepada Allah SWT. Seperti halnya tidur, makan, minum, jual-beli, bekerja mencari nafkah, nikah dan sebagainya. Berbagai kebiasaan tersebut jika disertai niat baik (benar) maka menjadi bernilai ibadah yang berhak mendapatkan pahala. Karenanya, tidaklah ibadah itu terbatas hanya pada syi’ar-syi’ar yang biasa dikenal.
Menikah sendiri adalah suatu kewajiban bagi seorang muslim yang sudah memenuhi persyaratan-persyaratan untuk menyempurnakan imannya.seperti halnya ibadah yang lain pernikahan pun juga memiliki hukum yang mendasarinya seperti halnya yang sudah diterangkan dalam al-quran:
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (Q.S. An-Nisaa’ : 1).
Rukun nikah sendiri adalah :
1. Calon mempelai yakni laki-laki dan perempuan
2. Wali dari pihak perempuan
3. Saksi (2 orang )
4. Ijab qobul
Menikah atau berumah tangga adalah ibadah terlama dimana dalam sebuah pernikahan dibutuhkan kesabaran,perjuangan dan keikhlasan secara terua menerus.
Rasulullah SAW bersabda”jika kamu bersama istrimu,maka ajaklah dia sholat dua rakaat dibelakangmu (berjamaah)dan bacalah,yaallah berkahilah istriku untukku,dan berkahilah diriku untuk istriku,ya allah kumpulkan kami selama kumpul itu dalam kebaikan dan pisahkanlah kami jika perpisahan itu untuk kebaikan”. ( HR.Abdurrazaq).
Menikah adalah iadah terlama maka carilah pasangan yang sabar,selalu ingin belajar dan berubah kearah yang lebih baik bersama- sama.

Posting Komentar untuk "MENIKAH HIDUP AKAN BERKAH DAN IBADAH PALING LAMA"