Sahabat sejati itu senantiasa saling melengkapi dari ketidaksempurnaan
Menjadi sahabat bukan sebatas mencari yang sempurna. Sahabat sejati itu senantiasa saling melengkapi dari ketidaksempurnaan.
Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, pasti merasakan pahit dan manisnya kehidupan. Jika hanya berbuat sekali kesalahan jangan lantas kau lepas seperti sampah jalanan.
Tetaplah fokus pada kualitas diri, tidak usah risih ketika ada cacian. Jangan hanya menghitung salahnya namun jangan lupa jasanya. Berlian tetap berlian, dan beling tetap beling meskipun keduanya sama-sama bersinar.
Tetaplah sejuk di tempat yang panas, tetaplah manis di tempat yang pahit, tetaplah tenang di tengah badai yang menghantam. Tetaplah merendah meskipun berada di ketinggian. Tetap membumi meski langit kau sudah kuasai.
Semangat sahabat! Berlian itu bukan soal tampilan namun ketulusan. Berlian itu itu bukan soal angka nominal namun sebuah nilai dan keikhlasan.
Kita sama-sama memiliki jatah jatuh dan terbang. Jatah kita sama-sama 24 jam, siang dan malam. Punggung kita sama-sama ada di belakang, mata kita sama-sama ada di depan. Roda itu akan terus berputar. Atas bawah hanya permainan pikiran. Bawah atas hanya pertarungan pikiran. Terbanglah tanpa harus mentuhankan akal.
Terbang tanpa sayap, tinggi tanpa merendahkan. Bersama seperti halnya arah angin, bersama tanpa rekayasa, bersama tanpa dusta, bersama tanpa memaksa, bersama karena kita 1 jiwa. Berputar seperti halnya jarum jam, berputar tanpa membedakan angka, berputar tanpa memandang kasta dan takhta.
Berjalan mengikuti arus, berjalan tanpa terbawa arus. Ciptakan arus sebelum tergerus. Tinggalkan zona aman dan nyaman, karena sejatinya zona nyaman itu adalah racun yang melumpuhkan pikiran. Saatnya bermetamorfosis, karena tidak selamanya ulat akan jadi ulat.

Posting Komentar untuk "Sahabat sejati itu senantiasa saling melengkapi dari ketidaksempurnaan"